Home / Berita Utama / Hadapi Darurat Narkoba, Pelajar Diminta Bentengi Diri
Gubernur Jambi Zumi Zola menyambut Pengurus OASE-KK di Bandara Sultan Thaha/humas

Hadapi Darurat Narkoba, Pelajar Diminta Bentengi Diri

HALUAN JAMBI :  Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE -KK) Republik Indonesia menyosialisasikan tentang bahaya narkoba yang tidak pernah henti mengancam generasi muda di Indonesia, termasuk kalangan pelajar di Provinsi Jambi, di sebuah hotel di Kota Jambi, Kamis (1/3).

Kegiatan organisasi khusus yang digagas Ibu Negara dan Istri Wakil Presiden ke Jambi, dikomandoi  Ketua Bidang III Sosial Budaya OASE- KK, Nora Tristyana Ryamizard Ryachudu. Dikatakan Nora,  gagasan dan program OASE-KK mendapat dukungan penuh oleh para pendamping menteri Kabinet Kerja untuk berpartisipasi menyukseskan pembangunan yang dilakukan pemerintah.

“Kami datang ke Jambi untuk menyampaikan pesan dari Ibu Presiden, agar generasi muda menjauhi narkoba. Ibu Presiden tidak ingin generasi muda Indonesia terkena narkoba, dan saat ini negara kita sudah dalam keadaan gawat darurat narkoba,” tutur Nora.

Sementara itu Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli yang menyambut hangat kedatangan rombongan OASE-KK mengatakan, kegiatan tersebut sangat positif, dan bermanfaat melindungi generasi muda, khususnya kalangan pelajar di Jambi dari ancaman bahaya  narkoba, pornografi, dan kekerasan.

“Penyakit-penyakit masyarakat seperti narkoba, pornografi dan kekerasan sudah semakin menjamur dan mengancam masa depan generasi muda. Generasi muda kita tentu tidak asing lagi dengan namanya gadget. Melalui fasilitas itu mereka dengan mudah mendapatkan berbagai informasi, termasuk informasi negatif seperti pornografi dan godaan narkoba,” kata Zola.

“Saya sering datang ke sekolah-sekolah untuk mengingatkan. Sekali generasi muda menggunakan narkoba, maka akan merusak masa depannya karena ketagihan. Sebab itu, kita juga berharap kegiatan sosialisasi ini didukung para orangtua untuk aktif mengawasi anak-anak mereka, terutama dari godaan narkoba yang tidak pernah henti  datang mengancam, termasuk ke Jambi,” ujar nya.

Dikatakan Zola, Polda Jambi semenjak awal 2018 berhasil mengungkap upaya penyelundupan dan pengedaran narkoba jenis sabu sebanyak 12 kg dan sekitar 27 butir pil ekstasy. Barang haram bernilai sekitar Rp16 miliar tersebut, jika teredar berpotensi  merusak sekitar 50 ribu generasi muda.

“Pemerintah Provinsi Jambi selalu menghimbau ke sekolah-sekolah untuk memerangi narkoba, namun para generasi muda harus membentengi diri dari narkoba dengan mengetahui jenis-jenis narkoba, karena saat ini narkoba yang masuk ke sekolah-sekolah dengan nama pil pintar, dengan iming-iming supaya nanti saat ujian bisa pintar, padahal itu adalah jenis narkoba,” ungkap Zola.

Lebih lanjut, Gubernur Zola mengucapkan terima kasih kepada OASE-KK yang telah datang ke Jambi untuk melakukan sosialisasi kepada generasi muda Jambi, tentang begitu berbahayanya narkoba, pornografi dan kekerasan. (HJ-01)

 

Check Also

Masyarakat Jambi Jangan Terhasut Berita Hoax

HALUAN JAMBI : Melalui ibadah Ramadan yang dilalui segenap umat muslim di Jambi menjadi pribadi …

Ribuan Warga Antusias Mudik Bareng Gratis PTPN VI

HALUAN JAMBI : Sekda Jambi, H.M.Dianto menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi sangat mengapresiasi layanan mudik gratis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *